
Jakarta – Tren makanan sehat terus berubah mengikuti meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan tubuh. Jika sebelumnya makanan tinggi protein dan produk nabati mendominasi, tahun 2026 diperkirakan menghadirkan fokus baru, mulai dari kesehatan usus hingga makanan yang mendukung kecantikan dari dalam.
Sejumlah bahan yang sebelumnya kurang mendapat perhatian kini kembali dilirik. Mulai dari serat, lemak sapi, mentega premium, hingga creatine diprediksi semakin sering muncul dalam menu maupun produk makanan.
Dilansir dari Real Simple, berikut lima tren makanan dan nutrisi yang diperkirakan semakin populer pada 2026.
1. Fiber Maxxing
Serat diprediksi menjadi salah satu nutrisi yang paling banyak mendapat perhatian. Setelah protein menjadi fokus utama dalam tren makanan sehat beberapa tahun terakhir, masyarakat kini semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan pencernaan.
Tren fiber maxxing mendorong orang untuk meningkatkan konsumsi makanan kaya serat. Selain membantu fungsi saluran pencernaan, serat juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung metabolisme.
Buah, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian merupakan beberapa sumber serat alami yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.
Colin Sapire, CEO Beast Health, mengatakan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan usus membuka peluang bagi berbagai produk makanan berbasis serat.
Para ahli umumnya merekomendasikan asupan serat sekitar 25-35 gram per hari, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda.
2. Beauty Foods
Makanan yang dikaitkan dengan kesehatan kulit dari dalam juga diperkirakan semakin populer. Konsep ini dikenal sebagai beauty foods, terutama produk yang mengandung kolagen atau nutrisi yang mendukung kesehatan kulit.
Alpukat, salmon, telur, ubi jalar, dan buah beri merupakan beberapa makanan yang kerap dikaitkan dengan kesehatan kulit. Kolagen sendiri merupakan protein struktural yang berperan dalam jaringan kulit, rambut, dan tulang.
Produksi kolagen alami tubuh mulai menurun seiring bertambahnya usia, sehingga makanan dan produk yang mengombinasikan kolagen dengan probiotik maupun nutrisi lainnya diperkirakan semakin banyak diminati.
3. Creatine Tak Lagi Hanya untuk Atlet
Creatine selama ini identik dengan dunia olahraga dan pembentukan otot. Namun, penggunaannya mulai dibicarakan dalam konteks yang lebih luas.
Sejumlah penelitian mengeksplorasi manfaat creatine terhadap performa fisik serta kemungkinan perannya dalam mendukung fungsi otak dan kesehatan lainnya. Hal tersebut membuat creatine berpotensi semakin dikenal sebagai bagian dari rutinitas kesehatan sehari-hari.
Selain melalui suplemen, creatine secara alami dapat ditemukan dalam sejumlah makanan hewani, seperti daging sapi, ikan, ayam, susu, dan keju.
Meski demikian, penggunaan suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang.
4. Beef Tallow Kembali Dilirik
Lemak sapi atau beef tallow diprediksi kembali mendapatkan perhatian pada 2026. Tren ini muncul setelah beberapa tahun makanan berbasis tumbuhan dan minyak nabati lebih mendominasi pembicaraan mengenai pola makan.
Beef tallow dibuat dengan melelehkan lemak sapi secara perlahan hingga menghasilkan lemak yang dapat digunakan untuk memasak. Bahan ini menarik perhatian karena relatif stabil ketika digunakan pada suhu tinggi dan dianggap lebih sederhana dibandingkan sejumlah produk minyak olahan.
Namun, beef tallow tetap termasuk sumber lemak jenuh. Karena itu, penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan dan perlu disesuaikan dengan keseluruhan pola makan.
5. Fancy Butter
Mentega premium atau fancy butter menjadi tren lain yang diperkirakan berkembang. Fenomena ini berkaitan dengan konsep small luxuries, yaitu menikmati bahan makanan sederhana tetapi memiliki kualitas atau karakter rasa yang lebih istimewa.
Cultured butter, misalnya, dibuat melalui proses fermentasi sebelum menjadi mentega sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih kompleks.
Ada pula compound butter yang dicampur dengan berbagai bahan seperti rempah, jamur, atau bumbu aromatik. Produk semacam ini dapat menjadi cara praktis untuk meningkatkan rasa masakan rumahan.
Janet Helm, analis budaya pangan, menilai mentega kembali menarik perhatian karena dianggap mewakili kesederhanaan dan nuansa memasak di rumah.
Kelima tren tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap makanan sehat pada 2026 tidak hanya berpusat pada satu jenis nutrisi. Kesehatan pencernaan, kecantikan dari dalam, performa tubuh, hingga pengalaman memasak turut menjadi bagian dari perkembangan tren kuliner.
Namun, sesuatu yang sedang tren belum tentu cocok untuk semua orang. Tetap utamakan pola makan beragam dan seimbang, serta pertimbangkan kebutuhan tubuh sebelum mengikuti tren makanan atau mengonsumsi suplemen tertentu.
