
Jakarta – Menjaga berat badan tidak hanya bergantung pada olahraga, tetapi juga pilihan makanan dan minuman sehari-hari. Jus buah dan sayur dapat menjadi salah satu alternatif, terutama jika dibuat dari bahan segar dan tidak ditambahkan gula secara berlebihan.
Meski begitu, jus sebaiknya tidak dianggap sebagai minuman pembakar lemak secara instan. Manfaatnya lebih berkaitan dengan kandungan air, serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan dari bahan yang digunakan. Untuk hasil yang lebih baik, konsumsi jus tetap perlu menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Dirangkum dari Healthline dan Forbes Health, berikut delapan buah dan sayuran yang dapat diolah menjadi jus untuk menemani program penurunan berat badan:
1. Jus Wortel
Wortel kaya akan berbagai nutrisi dan mengandung serat yang dapat membantu memberikan rasa kenyang. Kandungan serat ini juga dapat membantu mengontrol keinginan makan.
Sayuran berwarna oranye tersebut mengandung karotenoid, termasuk beta-karoten. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi makanan kaya karotenoid dengan kondisi metabolisme tubuh yang lebih baik.
Agar lebih bernutrisi, wortel dapat dibuat menjadi jus bersama bahan lain seperti apel atau sayuran hijau. Sebaiknya hindari penambahan gula dalam jumlah banyak.
2. Jus Semangka
Semangka memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga cocok dijadikan minuman yang menyegarkan. Kandungan air tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan volume yang cukup tanpa banyak kalori.
Buah ini juga mengandung berbagai vitamin dan senyawa antioksidan. Semangka dapat dijadikan jus tanpa tambahan gula karena secara alami sudah memiliki rasa manis.
Namun, mengonsumsi semangka dalam bentuk utuh tetap memberikan keuntungan berupa serat yang lebih banyak dibandingkan jika buah tersebut hanya dibuat menjadi jus.
3. Jus Seledri
Seledri memiliki kandungan air tinggi dan kalori yang relatif rendah. Karakteristik tersebut membuatnya dapat digunakan sebagai bahan minuman dalam pola makan yang sedang mengatur asupan kalori.
Selain air, seledri juga menyediakan berbagai senyawa tumbuhan dan antioksidan. Jus seledri dapat dikombinasikan dengan mentimun, lemon, atau apel untuk menghasilkan rasa yang lebih segar.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan menjadikan jus seledri sebagai pengganti seluruh makanan utama. Tubuh tetap membutuhkan protein, lemak sehat, karbohidrat, dan serat dari berbagai sumber makanan.
4. Jus Buah Bit
Bit memiliki warna merah pekat yang berasal dari senyawa antioksidan. Sayuran akar ini juga menyediakan folat, mineral, dan sejumlah serat ketika dikonsumsi dalam bentuk utuh.
Kandungan kalorinya relatif rendah sehingga dapat menjadi salah satu bahan untuk minuman sehat. Bit juga dapat dipadukan dengan buah atau sayuran lain agar rasanya lebih seimbang.
Untuk menjaga manfaatnya, hindari membuat jus bit dengan tambahan gula atau sirup dalam jumlah besar.
5. Jus Delima
Delima dikenal memiliki kandungan polifenol dan senyawa antioksidan yang cukup tinggi. Buah ini dapat diolah menjadi jus dengan rasa manis dan sedikit asam.
Kandungan tersebut membuat delima menarik sebagai bagian dari pola makan sehat. Namun, jus delima kemasan perlu diperhatikan karena beberapa produk mengandung gula tambahan cukup tinggi.
Jika membuat sendiri, gunakan buah segar dan tidak perlu menambahkan gula. Konsumsinya pun sebaiknya tetap dalam jumlah yang sesuai kebutuhan kalori harian.
6. Jus Ceri
Ceri dapat menjadi bahan jus yang menarik karena mengandung berbagai senyawa tumbuhan. Buah ini juga dikenal mengandung melatonin dalam jumlah tertentu.
Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga berat badan. Kurang tidur dapat memengaruhi nafsu makan dan kebiasaan makan seseorang.
Meski demikian, jus ceri bukan obat tidur maupun minuman pelangsing. Manfaatnya akan lebih optimal jika disertai pola tidur yang teratur dan pola makan seimbang.
7. Jus Sayuran Hijau
Bayam, kale, peterseli, mentimun, dan brokoli dapat dikombinasikan menjadi jus sayuran hijau. Bahan-bahan tersebut menyediakan berbagai vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan.
Untuk membuat rasanya lebih mudah dinikmati, sayuran hijau dapat dicampur dengan apel hijau, mentimun, atau sedikit lemon.
Sayuran secara umum juga merupakan bagian penting dari pola makan untuk mengontrol berat badan karena kaya nutrisi dan, dalam bentuk utuh, menyediakan serat yang membantu rasa kenyang.
8. Jus Jahe
Jahe dapat memberikan rasa hangat dan pedas yang khas pada minuman. Rempah ini mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol yang banyak diteliti terkait metabolisme dan berbagai aspek kesehatan.
Beberapa penelitian menunjukkan jahe berpotensi memengaruhi rasa kenyang dan proses termogenesis, yaitu produksi panas tubuh yang menggunakan energi.
Untuk membuatnya, jahe dapat dipadukan dengan air dan perasan lemon. Tidak perlu menambahkan banyak gula agar kandungan kalorinya tetap rendah.
Pilih Jus Tanpa Banyak Gula
Jus buah dan sayur bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi bukan berarti semakin banyak jus yang diminum maka semakin cepat berat badan turun.
Salah satu hal terpenting adalah memperhatikan bahan tambahan. Jus yang dipenuhi gula, sirup, susu kental manis, atau pemanis lainnya justru dapat meningkatkan asupan kalori.
Selain itu, buah dan sayuran dalam bentuk utuh umumnya lebih mengenyangkan karena kandungan seratnya tetap terjaga. Jadi, jadikan jus sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan.
