
Jakarta – Penggunaan wadah plastik memang praktis untuk menyimpan berbagai makanan. Namun, ternyata tidak semua jenis makanan cocok disimpan dengan cara tersebut.
Beberapa makanan justru dapat mengalami penurunan kualitas lebih cepat ketika berada dalam wadah plastik tertutup. Kondisi lembap yang terperangkap di dalam wadah dapat mempercepat pertumbuhan bakteri, memicu pembusukan, hingga mengurangi kesegaran makanan.
Mulai dari bahan mentah hingga makanan matang, ada beberapa jenis makanan yang membutuhkan metode penyimpanan lebih tepat. Mengutip Real Simple, berikut makanan yang sebaiknya tidak disimpan dalam wadah plastik.
1. Daging Merah Mentah
Daging merah mentah termasuk makanan yang mudah terkontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Cairan yang keluar dari daging dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme berbahaya.
Jika disimpan dalam wadah plastik tertutup tanpa penanganan yang tepat, kelembapan di dalam wadah dapat meningkat dan mempercepat proses pembusukan.
Untuk menjaga keamanannya, daging lebih baik disimpan dalam wadah kaca tertutup atau dibungkus menggunakan kertas khusus daging. Letakkan di bagian bawah kulkas agar cairan tidak mengenai makanan lain.
2. Keju Bertekstur Lunak
Berbeda dengan keju keras, keju lunak membutuhkan sirkulasi udara agar kualitasnya tetap terjaga.
Penyimpanan dalam wadah plastik yang terlalu rapat dapat membuat kelembapan terjebak. Akibatnya, keju lebih mudah ditumbuhi jamur, mengalami perubahan tekstur, dan kehilangan kualitasnya.
Cara yang lebih baik adalah menyimpan keju dalam kemasan aslinya atau membungkusnya dengan kertas roti sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
3. Buah yang Menghasilkan Gas Etilen
Beberapa buah seperti apel, pisang, dan tomat secara alami menghasilkan gas etilen yang mempercepat proses pematangan.
Ketika buah-buahan tersebut disimpan dalam wadah plastik tertutup, gas etilen dapat terperangkap sehingga buah lebih cepat lembek dan membusuk. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko munculnya jamur.
Sebaiknya simpan buah di tempat yang memiliki ventilasi baik atau wadah berlubang. Pisang juga dianjurkan untuk dipisahkan dari buah lain agar proses pematangannya tidak terlalu cepat.
4. Sayuran Hijau dan Herbal Segar
Sayuran seperti selada serta berbagai jenis herbal segar membutuhkan aliran udara yang cukup agar tetap renyah dan tahan lama.
Wadah plastik tertutup dapat membuat kelembapan meningkat sehingga sayuran lebih cepat layu, berlendir, dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Untuk menjaga kesegarannya, herbal dapat dibungkus menggunakan tisu lembap lalu disimpan di wadah yang memiliki sirkulasi udara. Sementara selada sebaiknya menggunakan wadah berlubang dan dipisahkan dari saus atau dressing.
5. Makanan Sisa yang Masih Panas
Memasukkan makanan panas langsung ke wadah plastik juga bukan pilihan yang ideal.
Uap panas yang terperangkap dapat menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri. Selain itu, suhu tinggi pada makanan juga berpotensi memengaruhi kualitas wadah plastik dan meningkatkan kemungkinan pelepasan zat tertentu seperti BPA maupun mikroplastik.
Sebelum disimpan, biarkan makanan turun suhunya terlebih dahulu. Untuk penyimpanan yang lebih aman, gunakan wadah berbahan kaca atau wadah yang memang dirancang tahan panas.
Dengan memilih wadah dan metode penyimpanan yang tepat, makanan dapat bertahan lebih lama sekaligus mengurangi risiko kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan.
