
Jakarta – Mikroplastik semakin banyak ditemukan di makanan, minuman, hingga udara yang kita hirup. Penelitian terbaru memberikan harapan baru dengan menunjukkan bahwa makanan fermentasi berpotensi membantu tubuh mengurangi paparan partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut.
Mengutip New York Post, mikroplastik merupakan serpihan plastik berukuran mikroskopis yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai jalur. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini sulit disadari keberadaannya, tetapi diduga dapat memengaruhi kesehatan jika terus terakumulasi.
Sejumlah penelitian mengaitkan paparan mikroplastik dengan peradangan kronis, gangguan sistem endokrin, penurunan fungsi kekebalan tubuh, hingga potensi gangguan pada sistem saraf.
Kabar baiknya, para peneliti menemukan bahwa bakteri baik atau probiotik yang terdapat pada makanan fermentasi, seperti kimchi, memiliki potensi membantu tubuh mengurangi keberadaan mikroplastik di saluran pencernaan.
Dalam penelitian tersebut, bakteri probiotik mampu mengikat partikel mikroplastik sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui feses. Hasil pengujian menunjukkan jumlah mikroplastik yang berhasil dikeluarkan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi tanpa bantuan bakteri tersebut.
Secara sederhana, probiotik bekerja dengan menempel pada partikel plastik di dalam usus. Setelah terikat, mikroplastik menjadi lebih mudah dibawa keluar bersama sisa pencernaan sehingga peluangnya terserap lebih jauh ke dalam tubuh dapat berkurang.
Para peneliti juga mengingatkan bahwa paparan mikroplastik berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobiota usus. Jika terus menumpuk, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Karena itu, memperbanyak konsumsi makanan fermentasi dinilai dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Selain kimchi, pilihan lain seperti sauerkraut juga mengandung probiotik yang bermanfaat bagi usus.
Meski demikian, konsumsi makanan fermentasi sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama bagi yang belum terbiasa, agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk beradaptasi.
Para ilmuwan menegaskan bahwa temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan, khususnya uji pada manusia dalam skala lebih besar. Meski begitu, hasil awal tersebut membuka peluang bahwa pola makan sehat, terutama yang kaya makanan fermentasi, dapat menjadi salah satu cara alami untuk membantu tubuh menghadapi paparan mikroplastik yang kini semakin sulit dihindari.
