
Jakarta – Mengonsumsi satu sendok minyak zaitun sebelum sarapan tengah menjadi kebiasaan yang ramai dibahas di media sosial. Banyak orang percaya cara ini dapat membantu melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan jantung, hingga mendukung penurunan berat badan.
Minyak zaitun memang dikenal sebagai salah satu sumber lemak sehat yang menjadi bagian utama dari pola makan Mediterania. Berbagai penelitian mengaitkan konsumsi rutin minyak zaitun dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah serta harapan hidup yang lebih panjang.
Kandungan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan di dalamnya membuat minyak zaitun sering dianggap sebagai makanan yang baik untuk kesehatan. Namun, benarkah meminumnya saat perut kosong sebelum sarapan memberikan manfaat tambahan? Berikut penjelasannya, dikutip dari InYourArea.
1. Dapat Membantu Melancarkan Pencernaan
Salah satu alasan banyak orang mengonsumsi minyak zaitun di pagi hari adalah untuk membantu sistem pencernaan. Kandungan asam oleat di dalamnya dipercaya dapat membantu melumasi saluran cerna sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar.
Pada sebagian orang yang mengalami sembelit ringan, minyak zaitun juga disebut memiliki efek menyerupai pencahar alami. Selain itu, senyawa antioksidan yang terkandung di dalamnya berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting bagi kesehatan pencernaan.
2. Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung
Minyak zaitun telah lama menjadi bagian dari pola makan Mediterania yang dikenal baik untuk kesehatan kardiovaskular.
Lemak tak jenuh tunggal yang terkandung di dalamnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) sekaligus meningkatkan HDL (kolesterol baik). Beberapa penelitian juga menunjukkan konsumsi minyak zaitun berkaitan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan peradangan kronis yang lebih rendah.
Selain itu, minyak zaitun dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan jika dikombinasikan dengan pola makan sehat.
3. Kaya Antioksidan dan Senyawa Antiinflamasi
Jenis extra virgin olive oil mengandung polifenol dalam jumlah tinggi. Senyawa ini bekerja sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Polifenol juga memiliki sifat antiinflamasi yang diyakini berperan dalam menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, radang sendi, hingga beberapa jenis kanker.
Karena itu, konsumsi minyak zaitun secara rutin sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan jangka panjang.
4. Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Ada anggapan bahwa minum minyak zaitun sebelum makan pagi dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi keinginan makan berlebihan.
Secara ilmiah, lemak sehat memang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat meningkatkan rasa kenyang. Namun, minyak zaitun bukanlah makanan ajaib untuk menurunkan berat badan.
Perlu diingat bahwa minyak zaitun tetap mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa menyesuaikan pola makan secara keseluruhan, justru dapat meningkatkan asupan energi harian.
5. Belum Ada Bukti Harus Dikonsumsi Sebelum Sarapan
Walaupun memiliki banyak manfaat, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa minum minyak zaitun saat perut kosong memberikan manfaat lebih besar dibandingkan mengonsumsinya bersama makanan.
Bahkan, mengonsumsi minyak zaitun bersamaan dengan makanan dapat membantu penyerapan beberapa nutrisi yang larut dalam lemak. Sebagian orang juga dapat mengalami rasa mual, tidak nyaman di lambung, atau gangguan pencernaan ringan jika langsung meminum minyak zaitun dalam jumlah banyak.
Karena itu, para ahli menilai manfaat utama minyak zaitun berasal dari konsumsi rutin sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan dari waktu konsumsinya. Memasukkan minyak zaitun ke dalam salad, sayuran, atau hidangan sehat lainnya tetap menjadi cara yang lebih praktis sekaligus didukung lebih banyak bukti ilmiah.
